China Mulai Buka Lebar Pintu Investasi bagi Bank Asing - Berita Nassau

Post Top Ad

China Mulai Buka Lebar Pintu Investasi bagi Bank Asing

China Mulai Buka Lebar Pintu Investasi bagi Bank Asing

Share This
ilustrasi
NASSAU ONLINE -- China menghapus batasan kepemilikan asing di bank domestik dan perusahaan manajemen aset. Langkah tersebut menguatkan kebijakan Tiongkok sebelumnya untuk membuka sektor keuangan, yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 40 triliun, bagi investasi asing.

Lembaga keuangan asing akan diperlakukan sama dengan perusahaan di dalam negeri. China Banking and Insurance Regulatory Commission (CBIRC) atau Komisi Regulator Perbankan dan Asuransi China mengatakan dalam sebuah pernyataan, kebijakan ini meneruskan proses yang telah dimulai sejak tahun lalu. Kepemilikan asing sebelumnya dibatasi maksimal 20% untuk satu institusi dan 25% untuk sekelompok investor asing.

Presiden China Xi Jinping mendorong kebijakan ini untuk menanggapi kritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan, China selama ini menjalankan kebijakan agar mendapatkan keuntungan sepihak dalam perdagangan global. Sejumlah inisiatif diumumkan pada bulan November tahun lalu dan sebagian besar diharapkan akan terlaksana pada akhir tahun ini.

Nomura Holdings Inc. dan JPMorgan Chase & Co. telah berusaha mengambil keuntungan dari pelonggaran kebijakan ini, termasuk dengan mendirikan usaha patungan di China. Sementara, Sekretaris Dewan Bank of Communication Co., Bocom Gu Sheng mengatakan, Bank of Communications Co. akan terbuka bagi HSBC Holdings Plc meningkatkan sahamnya di perusahaan tersebut, jika HSBC menginginkan.

Andrew Polk, analis Trivium China mengatakan, ada keinginan yang tulus dari Pemerintah China untuk membuka sektor keuangan karena sejumlah alasan, termasuk menginginkan lebih banyak modal asing masuk. Regulator membuka sektor perbankan, pada saat yang sama mereka meningkatkan pengawasan regulasi dan pengawasan makro-prudensial. "Dengan cara ini, bank diizinkan memasuki ruang yang semakin menyempit," ujar Polk seperti dikutip Bloomberg.

Potensi keuntungan

Data CBIRC menunjukkan bank asing memegang aset di China senilai CNY 2,9 triliun atau US$ 420,1 miliar, pada akhir 2016. Jumlah tersebut sekitar 1,3% dari total aset bank. Adapun bank asing menghasilkan CNY 12,8 miliar di China pada tahun lalu. Nilai tersebut kurang dari 1% dari keuntungan yang diraih bank asal China.

Tom Orlik, Kepala Ekonom Bloomberg Economics mengatakan, sektor perbankan China didominasi pemilik yang terhubung dengan pemerintah. Ukuran serta kompleksitas pasar di China menjadi perhatian investor asing. (sumber)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad

Pages