Putin Terkait Greenland, Bandingkan dengan Penjualan Alaska - Berita Nassau

Post Top Ad

Putin Terkait Greenland, Bandingkan dengan Penjualan Alaska

Putin Terkait Greenland, Bandingkan dengan Penjualan Alaska

Share This
Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini memberikan komentar yang menarik terkait isu Greenland dan potensi keterlibatan Amerika Serikat. Pernyataannya menjadi bahan analisis tentang sikap Rusia terhadap kepentingan AS di wilayah Arktik tersebut.

Dalam sebuah pernyataan publik, Putin menegaskan bahwa “Greenland… ini sama sekali tidak menyangkut kita.” Ungkapan ini terdengar netral, namun menimbulkan pertanyaan: apakah Rusia benar-benar acuh, atau justru membuka celah analisis strategis?

Putin kemudian mengaitkan isu Greenland dengan pengalaman sejarah Rusia di abad ke-19, khususnya penjualan Alaska kepada Amerika Serikat pada tahun 1867.

Ia menekankan bahwa Rusia pernah menghadapi situasi serupa, ketika AS membeli wilayah yang luas dari kekaisaran Rusia. Hal ini menjadi acuan historis bagi Putin untuk menilai kemungkinan transaksi serupa dengan Greenland.

Dalam perhitungan historisnya, Putin menyebut luas Alaska sekitar 1,717,000 kilometer persegi. Wilayah ini kemudian dijual ke AS dengan harga 7,2 juta dolar pada waktu itu.

Jika dihitung dengan inflasi hingga saat ini, harga penjualan Alaska setara dengan sekitar 158 juta dolar. Putin menggunakan angka ini sebagai dasar perbandingan dengan Greenland.

Luas Greenland sendiri, menurut Putin, mencapai 2,166,000 kilometer persegi. Ini sedikit lebih luas dibanding Alaska, dengan perbedaan sekitar 450,000 kilometer persegi.

Dengan membandingkan luas dan harga Alaska, Putin memperkirakan nilai Greenland jika dijual ke AS berada di kisaran 200 hingga 250 juta dolar.

Pernyataan ini menarik karena Putin tidak menolak kemungkinan Amerika Serikat membeli Greenland, melainkan melakukan pendekatan matematis dan historis.

Dalam konteks diplomasi, pernyataan semacam ini bisa diartikan sebagai sikap netral yang cermat, menghindari konflik langsung sambil membuka ruang negosiasi.

Putin tampak menekankan bahwa Rusia tidak memiliki klaim langsung atas Greenland, berbeda dengan Alaska yang memang milik Rusia pada abad ke-19.

Namun, analisis harga yang ia lakukan menunjukkan bahwa Rusia masih menempatkan nilai ekonomi dan strategis pada wilayah Arktik.

Dengan menyebut angka spesifik antara 200 hingga 250 juta dolar, Putin secara tersirat menyampaikan bahwa jika ada transaksi, Rusia memiliki referensi historis dan logis untuk negosiasi.

Sikap ini berbeda dengan reaksi spontan atau penolakan keras; Putin menggunakan sejarah untuk menempatkan isu dalam konteks realistis.

Dari sudut pandang analis internasional, pendekatan ini menunjukkan bahwa Rusia tidak menghalangi AS, tetapi tetap menjaga citra sebagai negara rasional dan pragmatis.

Pernyataan Putin juga memperlihatkan pemikiran strategis jangka panjang: mengaitkan keputusan politik modern dengan preseden historis agar terlihat konsisten dan dapat diterima internasional.

Meski demikian, penggunaan humor ringan atau perbandingan matematis bisa menjadi cara diplomatik untuk meredakan ketegangan isu sensitif.

Analisis pengamat menilai, Putin “agak setuju” AS mengambil Greenland, namun tetap menekankan bahwa keputusan akhir bukan urusan Rusia.

Kesimpulannya, pernyataan Putin terkait Greenland lebih bersifat analisis historis dan matematis daripada sikap politik keras. Rusia tampak menempuh posisi netral tetapi tetap realistis, meniru pengalaman abad ke-19 dengan Alaska.

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad

Pages